Cuplikan Chapter ini
Setelah merebahkan tubuh sebentar Doni datang lagi kali ini dengan agenda yang sudah mereka susun tanpa bertanya apakah tubuhku sanggup mengikutinyaKita keluar sebentar ya Ra Biar jam tidurmu langsung menyesuaikan waktu sini katanya sambil tersenyum nada suaranya tenang nyaris meyakinkanAku mengangguk Kelopak mataku berat Jet lag bukan sekadar kantuk Ia mengacaukan orientasi membuat tubuh dan pikiranku berjalan pada waktu yang berbedaMexico City bergerak di luar jendela m