Cuplikan Chapter ini
Semburat cahaya jingga mengintip malu-malu di balik awan kelabu seolah berharap sapaan lembut dariku akan menyambutnya Tapi tidak bagiku ini adalah pertanda dimulainya kengerian Tolong jangan datang hari ini Ucapku dalam hati sambil menggenggam tangan Fariz yang masih tertidur pulas di sampingku Sekilas kulihat kantung matanya yang semakin menghitam pipinya yang kian tirusTangisku pecah entah dari mana datangnya Ia pun terbangun dan memelukku dengan segeraKenapa Takut lagi ya