Cuplikan Chapter ini
Aku baru saja bersandar sedikit ke dinding membiarkan dinginnya merambat ke punggungku tanpa buru-buru beranjak Rumah ini terlalu sunyi untuk ukuran siang hari Suara televisi yang tadi sempat kunyalakan sudah kumatikan lagi dan membuat ruang terasa semakin kosongSaat itulah interkom berbunyi Aku langsung menegakkan badan menunggu beberapa detik berharap hanya orang iseng yang menekan tombol di lantai bawah Namun suara itu terdengar lagi kali ini lebih lama lebih sabarDengan per