Cuplikan Chapter ini
Saat makan malam selesai Fariz harus setengah membopongku menuju mobil Aku benar-benar sudah tidak sanggup lagi menjaga kesadaranku rasa kantuk sudah menguasaiku sepenuhnya Mobil melaju pelan namun pikiranku melamun jauh ke belakang Ke satu musim yang jarang aku ceritakan jauh sebelum nama Fariz hadir di kehidupankuAku baru saja genap berusia dua puluh dua tahun baru enam bulan putus cinta dari seseorang yang saat itu aku kira akan selamanya Aku tidak pernah benar-benar dapat menc