Cuplikan Chapter ini
Keesokan harinya Fariz sudah bangun bahkan sebelum azan terdengar dari ponsel kami Dari kamar aku bisa mendengar bunyi air mengalir panci beradu pelan langkahnya mondar-mandir Ia memasak membersihkan meja melipat pakaian yang semalam tertinggal di kursi Melakukan segala hal kecil yang biasanya luput dari perhatiannya Seolah dengan membersihkan rumah ia bisa ikut membersihkan kegelisahannya sendiriAku terbangun oleh rasa sakit yang menjalar dari perut hingga ke sepanjang tulang pu