1. "Dipta, mau ke mana?"
2. "Mau pulang, A!"
3. "Kok, lari-lari. Kirain habis olahraga cuma kenapa pakai celana jeans!"
4. "Pergi dulu, A!"
5. "Eh, A Dipta. Kenapa nggak masuk. Sebentar lagi Magrib, makhluk halus suka sama yang ganteng gini!"
6. "Bisa aja Mang Andi. Ke dalam dulu, Mang!"
7. "Buu ... terima kasih sudah merawat Dipta. Menyekolahkan Dipta, mendidik Dipta jadi manusia seperti sekarang. Sayang sama Dipta walaupun saya bukan anak kandung Ibu. Maafkan segala kesalahan Dipta, Bu!"
8. "Mau anak kandung atau bukan. Dipta akan tetap menjadi anak ibu. Selamanya."
9. "Ingat waktu burung merpati itu kabur. Terus sama Pak Jaka dikembalikan lagi. Padahal, bapak nyari burung itu lama. Ibu merasakan. Merpati aja bisa kabur ke tempat lain. Kalo takdir bilang harus balik lagi. Dia akan balik lagi ternyata. Itu gambaran Dipta sekarang."
10. "Dipta bukan anak kandung Ibu. Terus, Fiona anak siapa, Ma?"
11. "Anak menyebalkan ini!" "Kamu mah anak saya, lah. Ke mana aja kalo ngomong!"
12. "Ya ... ya ... mana tahu, 'kan. Fiona juga anak pungut."
13. "Ya, Ona. Kamu itu dipungut dari tempat sampah!"
14. "Tuh, kan, Ma. Ih, saya ini anak siapa?"
15. "Kamu lagi percaya aja sama si Dipta. Kamu itu anakku. Keluar lewat sini, nih!"
16. "Ona. Ibu saksina. Waktu hamil kamu, si Mama doyan banget sama jengkol. Katanya si Utun, lagi ngidam nanti ileran. Yah, waktu melahjrkan sampai Bjdan Ida mah muntah. Bau banget katanya Bu Ayi!"
17. "Pak, sebentar."
18. "Saya ingin mengucapkan terima kasih. Ibu telah memberi kepercayaan kepada saya untuk mengurus warisan-warisan yang ada. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir di sini, menyempatkan waktu untuk berkumpul," "Pak Toni, saya memberikan lahan di depan untuk paman-paman saya. Bisa diproses?"
19. "Hah, lahan depan yang luasnya satu ruko?"
20. "Ya, silakan dikelola oleh semuanya,"
21. "Kenapa bukan tanah yang di Caringin?"
22. "Ngelunjak kamu tuh!"