Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
MERPATI YANG TERBANG TERLALU JAUH
Suka
Favorit
Bagikan
#18
Chapter XVIII: Meninggalkan Misteri
1. "Bu, sekali lagi saya mengucapkan belasungkawa untuk Pak Permadi. Semoga almarhum diterima iman islamnya, diterangkan di alam kuburnya, serta diampuni semua kesalah dan dosa-dosanya. Aamiin!"
2. "Aamiin. Terima kasih banyak atas doanya, Pak."
3. "Kalau ada keperluan, bisa telepon saya, ya. Assalamualaikum."
4. "Yi, saya lagi mengumpulkan keberanian dan kesiapan,"
5. "Siap, untuk apa?"
6. "Saya mau membongkar semua soal si Dipta. Siapa ibunya, dari mana asalnya, bagaimana awalnya,"
7. "Udah bulat keputusan itu?"
8. "Sekarang ... boro-boro. Baru juga tujuh hari bapaknya. Jangan bahas soal itu, warung aja tutup udah lama!"
9. "Yang dibicarakan ke Pak Toni. Udah yakin?"
10. "Kalo itu kembali lagi ke si Dipta, Yi."
11. "Jang, belum sanggup saya kalo harus kehilangan kamu. Anakku."
12. "Setan ... setan!"
13. "Jang, ini Ibu!"
14. "Ibu ... tengah malam pake mukena kirain Dipta pocong!"
15. "Hus, ah. Ke mana aja kalo ngomong."
16. "Ibu sayang banget sama Dipta, Jang!"
‹ SEBELUMNYA
Chapter XVII: Bapakmu Meninggal
BERIKUTNYA ›
Chapter XIX: Misteri Yang Tersimpan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)