Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
MERPATI YANG TERBANG TERLALU JAUH
Suka
Favorit
Bagikan
#22
Chapter XXII: Ungkapan Hati
1. "Siapa ini?"
2. "Ini saudara jauh Amang dari Bekasi!"
3. "Ohh, nginep?"
4. "Baguslah. Udah sempit di sini. Jangan ditambah orang lagi!"
5. "Putra, cepat. Keburu jam sebelas!"
6. "Pradipta mau makan?"
7. "Nggak usah repot-repot, Bi."
8. "Eh, makan dulu. Bibi sekalian nyiapin buat si Teteh."
9. "Mau apa kamu ke sini?"
10. "Mau apa kamu ke sini, saya bertanya!"
11. "Ketemu sama Mama. Mau ngapain lagi."
12. "Nggak kangen sama anak sendiri, Ma?"
13. "Kangen, sejak kapan saya kangen. Mikirin kamu aja nggak pernah!"
14. "Nggak akan minta maaf?"
15. "Minta maaf untuk apa. Salah apa aku? Di mana-mana anak yang sujud sama orang tua. Minta maaf yang sebenar-benarnya. Harusnya kamu bersyukur karena dilahirkan oleh saya!"
16. "Benar, waktu Dipta di dalam kandungan. Mama melakukan segala cara agar anak ini tidak lahir ke dunia?"
17. "Pertama, jangan panggil saya Mama. Kedua, benar. Saya nggak pernah mau kamu lahir. Seujung kuku pun saya nggak mengharapkannya!"
‹ SEBELUMNYA
Chapter XXI: Memori Yang Diungkap
BERIKUTNYA ›
Chapter XXIII: Hati Yang Terluka
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)