1. "Yu, siapa itu. Pakaian gak jelas ke mana arahnya mana kucel?"
2. Heh, gak boleh gitu, Yi. Istigfar. Lagi hamil. Jangan seucap-ucapnya!"
3. "Dwi Larasati. 24 tahun, Neng. Sudah menikah ternyata? Suaminya gak ikut?"
4. "Hmm ... kebetulan suami saya di Jakarta. Tapi, nanti juga kemari mau memeriksa keadaan saya.
5. "Keluar gang, Neng, terus belok ke kanan ada kios di dekat situ. Tiga rumah setelahnya ada yang jualan nasi barangkali lapar mau beli sekalian,"
6. "Terima kasih, Bu."
7. "Permisi, Bu. Masih buka?"
8. "Silakan. Ya, masih. Duduk di dalam, Teh,"
9. "Bu, mau tempe orek sama telur dadar,"
10. "Air putih hangat."
11. "Bukan orang sini kelihatannya?"
12. "Waalaikumsalam. Yu, itu, tuh, yang ngontrak di Bidan Ida?
13. "Ya, kayaknya."
14. "Eh, Madi. Kapan pulang?"
15. "Baru sampe ada lima menitan."
16. "Lima menit bukan baru nyampe. Dari tadi."
17. "Kadang aku merasa aneh. Itu si Wiwin di RT 04 katanya mau menikahkan anaknya secara mendadak. Rumornya udah hamil dua bulan jadi terpaksa dinikahkan sama si Jajang,"
18. "Hah, perempuan itu lagi."
19. "Kenapa kalo caranya kayak gitu. Mudah sekali untuk punya anak?"
20. "Itu jalan setan jangan diikutin. Makanya dia begitu dibantuin sama setan, 'kan. Kita mah teguh di jalan yang lurus. Minta kepada Yang Mahakuasa. Jangan macam-macam, ah!"
21. "Udah sekarang mah bawa kemari itu semur jengkol!"
22. "Heh, lagi hamil makan jengkol. Pingsan nanti Bidan Ida pas lagi meriksa!"
23. Yu, tolonglah masih jauh ke melahirkan. Baru tadi siang diperiksa. Nggak akan tiap jam diperiksa. Cepat lagi ngidam. Si Utun pengen semur jengkol!"
24. "Ah, bukan bayi ini emang ibunya yang suka!"