Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
EXT. SMA 7 - DAY
Kita lihat Lelix dengan wajah bingungnya namun terlihat waspada. Kita lihat Mahenism yang sedang berhadapan dengan Lelix dengan muka marah mereka.
LELIX
(dengan wajah bingung mencoba tersenyum)
MAHENISM
LELIX
(ketawa tak percaya)
Mahenism terlihat kesal dengan reaksi Lelix. Membuat mereka jadi tak sabar ingin memberi pelajaran pada Lelix.
MAHENISM #2
(emosi)
Mahenism melangkah maju mendekati Lelix bersiap untuk menjambaknya lalu tiba - tiba....
MAHESH
Mereka spontan menoleh ke sumber suara. Dan mereka langsung terlihat kaget kemudian nyengir seolah tak terjadi apa - apa. Kita lihat Mahesh yang berdiri dengan menyadarkan bahunya di tembok dengan tangannya yang dilipat di depan dada.
MAHESH
Mahenism yang seperti maling ketangkap basah langsung pura - pura seperti tak terjadi apa - apa.
MAHENISM #1
Mahenism langsung tersenyum seperti anak yang manis. Dengan gaya cool - nya Mahesh berjalan mendekat dan berdiri dintara Lelix dan Mahenism. Mahesh berdiri di depan Lelix dan berhadapan dengan Mahenism. Lelix merasa aman dan dia langsung tersipu.
MAHESH
Mahenism tak percaya. Tak terima. Mereka jadi kesal. Lelix yang berdiri di belakang Mahesh merasa tersentuh dengan kata - kata Mahesh. Dia langsung menaikan kedua alisnya dengan senyum mengejek kearah Mahenism. Mahenism semakin cuman bisa menahan kesal.
INSERT: Kita lihat Grey yang berdiri di balkon menyaksikan dengan api cemburu yang semakin membara.
GREY
Tiba - tiba gank Swas mendekati Grey.
GANK SWAS #1
Grey terkesiap.
SWAS
CUT TO:
INT. RUMAH SWASTIKA - DAY
ESTABLISHED RUMAH SWASTIKA.
Kita lihat muka Swas yang babak belur. Kita lihat Grey yang memeganginya dengan wajah yang khawatir.
SWAS
GREY
(khawatir)
SWAS
GREY
(khawatir)
SWAS
(ngibul dengan muka licik yang disembunyikan)
Dikeroyok ama si cover boy itu!
Grey terkesiap.
GREY
Kok, bisa?
SWAS
Grey tak percaya.
SWAS (COUNT'D)
(memamerkan wajah lebamnya)
Grey terlihat marah. Swas diam - diam tersenyum licik.
CUT TO:
EXT. SMA 7 - ROOFTOP - DAY
Mahesh sedang berjalan santai dengan earphone dikedua kupingnya. Kita lihat Grey yang gusar berjalan di menyusulnya dengan membawa se - cup jus penuh ditangannya. Grey menepuk bahu Mahesh. Mahesh berbalik dan Grey langsung menyiramkan jus itu ke wajah Mahesh. Mahesh kaget. Dia segera membersihkan jus di wajahnya. Grey yang dengan api cemburu yang masih membara di hatinya mengangkat tangannya dan hendak menampar Mahesh namun urung saat melihat lebam di wajah Mahesh. Grey lalu memukul - mukul dada Mahesh sebagai pelampiasan. Mahesh hanya terdiam.
GREY
(mumukul dada Mahesh dengan air mata yang menusuk - nusuk matanya dengan rasa frustasi)
Mahesh tersenyum tipis. Dengan penuh percaya diri Mahesh bertanya....
MAHESH
GREY
(menatap marah Mahesh)
Senyum tipis Mahesh langsung lenyap dari sudut bibirnya. Dia langsung jengkel.
MAHESH
(bingung dan jengkel)
GREY
(jengkel)
MAHESH
Siapa yang bilang kalo aku ngeroyok cowok nggak gentle - mu itu?
GREY
MAHESH
Kamu percaya?
GREY
Mahesh tersenyum sinis. Grey jadi kesal melihatnya.
GREY
Grey mendekatkan wajahnya pada Mahesh memberi peringatan.
GREY
(menyipitkan kedua matanya menatap Mahesh)
Mahesh seperti mati berdiri mendengar kata - kata Grey. Grey menatap tajam Mahesh sebentar lalu memalingkan wajahnya dari Mahesh kemudian berputar dan pergi. Mahesh menatapnya dengan hati yang hancur.
BGM LAGU DENGAN BEAT SEDIH.
CUT TO: