Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
NADA CINTA UNTUK GITA
Suka
Favorit
Bagikan
16. 16

EXT. SMA 7 — DAY

SOUND TROMPET KEMENANGAN TERDENGAR.

Kita lihat seisi sekolah yang sedang merayakan kemenangan SMA 7 dengan suka cita. Anak - anak SMA 7 menyerukan....

CROWDED

MAHESH ON TOP! GLORY, GLORY MAHESH!

Kita lihat Siswa #1 yang kayang di tengah lapangan basket dan siswa lain menghitung dengan nada gembira.

SISWA

4! 5! 6! 7!

Di lain tempat kita lihat Swas dengan muka babak belurnya beserta ganknya tak suka dengan euforia kemenangan tim basket SMA 7.

SWAS

(sinis)

Tim basket sekolah yang menang kenapa cuman nama si cover boy itu yang diserukan?

GANK SWAS #1

Kan, kemenangan pertandingan ini berkat dia, bos.

Yang lain tampak setuju sementara Swas terlihat tak senang.

PENYIAR RADIO (O.S)

(excited)

Hari ini adalah hari bersejarah untuk sekolah kita. Karena hari ini tim basket kita yang payah telah berhasil menang dalam pertandingan persahabatan menantang tim basket dari SMA SARASWATI.

Kita lihat tim basket dari SMA SARASWATI yang menyaksikan warga SMA 7 yang sedang merayakan kemenangan tim basket mereka dengan muka kecewa.

WINDU

Too much banget mereka.

ANGGARA

(muka masam)

Maklumin aja, tumben menang.

INSERT: Penyiar Radio yang terlihat tak percaya bercampur senang memukul - mukul meja seperti menggebuk kendang kemenangan di ruang siaran.

PENYIAR RADIO

AKHHHH.... APA KALIAN PERCAYA INI?! KALIAN PERCAYA? TIM BASKET SEKOLAH KITA MENANG! (mengulangi) TIM BASKET SEKOLAH KITA MENANGGGG!!!!

PENYIAR RADIO (O.S)

Hari ini menandai bangkitnya tim basket kita yang dulu dianggap nothing oleh lawan. Dan ini semua berkat pahlawan kita, tak lain dan tak bukan, the only one smaseven's sweetheart, MAHESHHHHHHH........!!

SMA 7 bersorak. Mahenism mengangkat banner Mahesh tinggi - tinggi sambil berseru....

CROWDED

MAHESH ON TOP! GLORY, GLORY MAHESH!

SLOW MOTION dengan SOUND seruan "MAHESH ON TOP! GLORY, GLORY MAHESH!" terdengar samar - samar. Grey berjalan ditengah eoforia kemenangan tim basket SMA 7 sambil menutup kedua kupingnya.

CROWDED

CIEEEE....

Terdengar suara sorakan dan dan siulan menggoda. Grey merasa vibe kemenangan mendadak berubah menjadi romantis. Dia terlihat bingung dengan perubahan situasi yang mendadak. Dia kemudian melihat siswa - siswi yang memandang ke balkon dengan tatapan intens sambil bersorak menggoda. Grey memandang ke arah tatapan mereka dengan penasaran. Sekejap ekspresinya berubah kaget.

INSERT: Kita lihat Mahesh yang berciuman dengan Lelix di balkon.

Kita lihat Grey yang melihatnya dari bawah dengan hati yang hancur. Dengan mata yang berkaca - kaca dia memalingkan pandangannya dan berjalan dengan kemarahan.

GREY

(ngedumel dengan api cemburu)

KEMARIN DIA BILANG CINTA SAMA AKU. HARI INI DIA MENCIUM LELIX. DASAR COWOK PENIPU!

Grey melewati Mahenism yang terlihat meradang menatap Lelix yang keliatan happy dengan muka sipu malunya abis dicium Mahesh.

MAHENISM #1

(dengan tatapan tajam)

Liat tingkahnya, udah kayak belut dikasi garam.

MAHENISM #2

(dengam tatapan tajam)

Semoga dia jatuh dari balkon karena terlalu bahagia.

MAHENISM #3

(sedih)

Sayang banget. Kurang tinggi.

INSERT: Kita lihat Anggara, Yoga dan Windu yang melihat Lelix berciuman dengan Mahesh dengan muka kalah.

YOGA

(menyesal)

Harusnya aku yang mencium Lelix.

ANGGARA

Kamu main aja ngaco.

WINDU

(menyindir)

Katanya ciumannya jadi motivasi. Kirain bakal menang ternyata cuman ngarep!

YOGA

(ngeles)

Fokusku teralihkan. Fansnya Mahesh berisik banget. Cantik - cantik lagi.

Anggara tak sengaja melihat Grey yang sedang berjalan ke arahnya. Kita lihat Grey yang berjalan dengan kesal. Api cemburu masih membakarnya. Anggara yang terlihat excited melihat Grey langsung menyenggol Windu dengan lengannya.

ANGGARA

(excited tanpa mengalihkan pandangannya dari Grey)

Bro! Bro! Ada Grey, bro!

Windu dan Yoga langsung menoleh dengan excited.

WINDU & YOGA

Mana? Mana?

Wajah Anggara, Yoga dan Windu langsung berbinar saat melihat Grey. Grey dengan muka kesal lewat di depan Anggara, Yoga dan Windu. Mereka langsung menyapa Grey.

ANGGARA, YOGA, WINDU

(tersenyum sambil melambaikan tangan)

Hey, Grey!!

Grey tidak mendengar dan lewat begitu saja. Kita lihat wajah zonk Anggara, Yoga dan Windu. Mereka menelan ludah lalu tertunduk malu.

CUT TO:

INT. SMA 7 - KELAS XI - A5 — DAY

Di tengah euforia kemenangan tim basket, kita lihat Grey yang masih dipengaruhui api cemburu sedang menulis sebuah lirik lagu dengan perasaan kesal di mejanya.

CUT TO:

INT. SMA 7 - STUDIO — DAY

Kita lihat Ambara yang memegang lirik lagu. CU "RASA YANG KAU BERI BY GREY". Ambara manggut - manggut. Grey terlihat murung.

JABRIX

(melihat lirik lagu Grey)

Wuih, siapa yang sudah menyakitimu Grey?

GREY

(jutek)

ITU HANYA LAGU.

AMBARA

Ayo kita coba.

Ambara, Bawa dan Jabrix bersiap. Grey terlihat melamun. Semua memandangi Grey.

JABRIX

Woy, Grey kamu ngapain melamun?

Grey terkesiap.

GREY

Sori, sori.

Grey memaksakan senyum. Lalu mulai bersiap.

CUT TO:

EXT. SMA 7 - KANTIN — DAY

Dengan pipi mengembung Grey duduk di kantin sambil menggulung - gulung mie gorengnya dengan garpu semeja dengan Mahenism. Mahenism terlihat geram dan sedang merencanakan untuk membuat perhitungan dengan Lelix.

MAHENISM #1

Enaknya kita apain ya, si Lelix itu? Selalu aja bikin kita panas!

MAHEMISM #2

Iya mentang - mentang manager tim basket jadi dia bisa seenaknya deketin Mahesh. Pake cium lagi.

Grey yang yang sudah panas mendengar kata - kata Mahenism makin panas. Dia memegang garpunya dengan erat seperti meremas.

GREY (V.O)

Same, girls. Same! KALI INI AKU SETIM DENGAN KALIAN!

MAHENISM #1

Pengen rasanya dia dikeluarkan dari sekolah ini biar dia ga bisa deket - deket Mahesh lagi.

MAHENISM #3

Kayaknya kita harus cari cara untuk menyingkirkan dia?

GREY (V.O)

(memohon)

Please, girls! Count on me!

MAHENISM #1

Beh! Jangan sampe kayak gitu, na'e.

Grey mengarahkan ekor matanya ke arah Mahenism #1 sambil cemberut.

CUT TO:




Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)