Cuplikan Chapter ini
Malam di tepian Danau Lematang bergeming dalam keheningan yang teramat pekat seolah alam sendiri menahan napas menyaksikan pertempuran penentu yang akan mengubah takdir tanah pedalaman Kabut malam turun menggulung permukaan air yang tenang memantulkan cahaya kemerahan dari sisa-sisa energi hitam yang mengalir di tubuh sang penguasa rawa Di hadapan pusaran kabut itu Arka berdiri tegak dengan kuda-kuda yang kokoh sementara Tera melayang ringan di atas permukaan air menjadikan riak danau