Cuplikan Chapter ini
Malam di rawa-rawa Musi merangkak dengan beban yang mencekat napas membawa serta kabut merah pekat yang bergolak bagai lautan darah di atas permukaan air yang hitam legam Udara terasa begitu berat dipenuhi bau anyir belerang dan jeritan samar makhluk-makhluk rawa yang meregang nyawa akibat racun mematikan yang mencemari setiap jengkal tanah Di tengah kegelapan yang diselimuti kabut membara itu sebuah kemah darurat yang diterangi cahaya temaram dari batu pendar berdiri rapuh di atas gundu