Cuplikan Chapter ini
Permukaan Danau Telaga Biru bergolak hebat memercikkan buih-buih putih yang langsung membeku begitu tersentuh angin malam yang menderu Di tepian batu karang yang licin suasana menegang hingga nyaris mematahkan napas para penonton yang berdiri terpaku Langit gelap tanpa bintang seolah meredup memberi panggung penuh pada pertarungan hidup dan mati yang kini mencapai babak penentuan Arka dengan jubah biru tua yang basah oleh uap air berdiri tegak tanpa gentar di hadapan lawannya seorang