Cuplikan Chapter ini
Malam itu angin di Lembah Karang Hitam berembus dengan suara yang menyerupai ratapan roh penasaran Langit tertutup awan tebal tanpa bintang menyisakan kegelapan pekat yang menelan setiap bentuk siluet pepohonan di sekitar perkemahan kecil mereka Di dalam sebuah tenda berukuran sedang yang diterangi oleh cahaya temaram dari pelita minyak suasana terasa jauh lebih panas dari biasanya bukan karena api melainkan karena ketegangan yang membubung tinggi di antara dua orang perempuan muda yan