Cuplikan Chapter ini
Hujan gerimis yang sejak sore mengguyur kawasan rawa mendadak berhenti menyisakan hawa lembap yang menyesakkan dada Di tengah kepungan pepohonan bakau yang lebat berdirilah sebuah pondok bambu tua yang menjadi tempat persembunyian sementara kelompok Fathan Lampu pelita minyak di dalam pondok memancarkan cahaya temaram menembus celah-celah dinding yang mulai rapuh Di luar keheningan malam yang ganjil tiba-tiba dipecah oleh suara gemerisik ranting patah dan derap langkah kaki yang terama