Cuplikan Chapter ini
Malam merayap lambat di atas atap-atap kota kuno membawa serta angin dingin yang berembus pelan menyusup melalui celah-celah jendela kayu kedai teh tempat Arka dan Tera bersembunyi Pelita kecil di tengah meja memancarkan nyala yang menari-nari gelisah menciptakan bayangan panjang di dinding yang basah oleh embun malam Suasana di luar begitu senyap seolah alam sendiri menahan napas menyaksikan ketegangan yang tengah mencengkeram dada dua orang pengelana muda tersebutArka mengepalkan tang