Cuplikan Chapter ini
Kabut malam di Rawa Musi tidak pernah sekadar basah ia merayap membawa bau lumpur busuk dan amis ikan mati yang menusuk ulu hati Di atas permukaan air yang hitam pekat seperti tinta bayangan perahu-perahu bambu bergerak tanpa suara dikemudikan oleh bayangan-bayangan yang menyatu dengan kegelapan malam Di ujung barisan perahu itu tiga orang pendekar muda dari Perguruan TerataiArya Sekar dan Bayuberdiri tegang mata mereka awas menatap setiap riak airPerjalanan mereka bukan untuk me