Cuplikan Chapter ini
Langit malam di atas Lembah Tengkorak tampak kelam tertutup gumpalan awan hitam pekat yang berputar-putar seperti badai kematian Di bawah naungan langit yang mencekam itu embusan angin dingin membawa bau amis darah dan lumpur rawa yang memuakkan Arena pertempuran di hadapan reruntuhan kuil kuno kini berubah menjadi lautan ketegangan Pasukan bayangan dari Sekte Darah Hitam berdiri mengepung mata mereka memancarkan kilat kehausan akan nyawa Di tengah lingkaran maut tersebut Tera berdiri