Cuplikan Chapter ini
Desau angin malam membawa aroma lumpur basah dan kelembapan yang pekat merayap melalui sela-sela akar pohon bakau yang mencengkeram tanah rawa Di bawah naungan kanopi hutan yang rapat kegelapan bukan sekadar ketiadaan cahaya melainkan sebuah selimut hidup yang bernapas Rian menghentikan langkahnya napasnya memburu sementara butiran keringat dingin bercampur dengan cipratan air rawa di dahinya Di tangannya sebuah kompas kuno berputar liar jarumnya kehilangan arah akibat medan magnet