Cuplikan Chapter ini
Malam itu Desa Rawa Bening diselimuti kabut tebal yang merayap pelan dari permukaan air payau Suasana di kedai milik Ki Arsad terasa begitu kontras dengan dinginnya udara luar Aroma rempah wedang jahe dan ubi rebus mengepul hangat bercampur dengan suara tawa renyah para petani dan nelayan yang melepas penat setelah seharian bekerja keras Di sudut ruangan dekat jendela yang menghadap langsung ke arah rawa-rawa luas duduklah dua sosok pemuda yang menjadi pusat perhatianMereka adalah Fat