Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Ketika kabut merah merayap di atas permukaan air Musi, maut datang tanpa suara—meninggalkan raga-raga kosong tanpa setetes darah pun.
Di balik ketenangan aliran Sungai Musi, tersimpan kutukan kuno yang mulai bangkit. Rawa-rawa yang dulunya damai kini berubah menjadi kuburan massal yang mengerikan dan diselimuti misteri mencekam.
Di tengah teror yang melanda, takdir mempertemukan Arka, seorang pemuda berwajah hangat dengan balutan busana pendekar Melayu songket Palembang yang mewah serta jam tangan unik, bersama Tera, gadis jelita berbusana pendekar muslimah yang menggenggam keris kecil bermotif bunga teratai. Bersama para pendekar dan pengintai tangguh lainnya, mereka melangkah masuk ke dalam pusaran konspirasi mematikan demi memburu dalang di balik teror berdarah dan Kitab Teratai Berdarah.
Ketika jebakan terbentang, pengkhianatan mengoyak kepercayaan, dan kesaktian tenaga dalam berbenturan di tengah latar rawa yang dipenuhi mekarnya bunga teratai...
Mampukah mereka bertahan hidup dan menyingkap tabir kegelapan, atau justru menjadi korban berikutnya dari kutukan yang haus darah?
Temukan kisah selengkapnya dalam Seri 1: Teratai Berdarah di Rawa Musi karya Amar Lubay.