Cuplikan Chapter ini
Halaman utama Perguruan Teratai Biru mendadak berubah menjadi lautan keheningan yang mencekam Angin malam yang bertiup kencang membawa serta aroma abu kebakaran dan bau amis darah dari sisa-sisa pertempuran sengit yang baru saja reda Di tengah pelataran batu pualam yang retak sosok Braja Birupria yang selama ini dikenal sebagai bayangan kelam di balik perpecahan perguruanberdiri terhuyung-huyung dengan jubah biru tua yang kini compang-camping dan ternoda darah segarSetya berdiri tegak b