Cuplikan Chapter ini
Malam di Perguruan Tapak Samudera tidak pernah terasa sekelam ini Angin lembah berembus kencang membawa aroma lembab tanah pegunungan yang bercampur dengan bau amis darah yang mulai mengering di pelataran batu Obor-obor bambu yang dipasang di setiap sudut halaman bernyala liar lidah apinya menari-nari diterpa angin malam memantulkan bayangan panjang dari puluhan pendekar yang berdiri saling berhadapan dalam ketegangan yang pekatDi tengah pelataran utama bentrokan fisik yang tadinya han