Cuplikan Chapter ini
Udara di dalam ruang penyimpanan jenazah Perguruan Tapak Langit terasa sangat dingin menusuk hingga ke tulang sumsum Aroma dupa cendana yang dibakar untuk meredam bau jenazah justru bercampur dengan aroma anyir darah yang mengering menciptakan atmosfer yang menyesakkan dada Di atas balai-balai kayu yang tua dan reyot terbaring tubuh kaku mendiang Ketua Perguruan Kulit wajahnya tampak kebiruan dengan urat-urat leher yang menonjol keluar seolah-olah ia meregang nyawa dalam cengkeraman ra