Cuplikan Chapter ini
Udara malam di pelataran utama Perguruan Karang Biru terasa begitu pekat dan menyesakkan Langit tertutup awan kelabu yang menggantung rendah memantulkan cahaya merah temaram dari obor-obor bambu yang tertancap di sekeliling arena Suasana yang tadinya dipenuhi kobaran amarah kini perlahan diselimuti kabut tipis berbau manis yang memabukkan Bau itu meresap perlahan ke dalam pori-pori kulit mengaburkan batas antara kawan dan lawan di mata para pendekar muda yang tengah bertikaiDi tengah pe