Cuplikan Chapter ini
Udara di Puncak Lembah Kabut Hitam terasa membeku seolah-olah seluruh kehangatan di bumi telah tersedot habis oleh angin malam yang menderu ganas Di bawah naungan langit kelam tanpa bintang dua kubu pendekar dari Perguruan Tapak Langit berdiri saling berhadapan dalam jarak yang sangat dekat Tidak ada lagi ruang untuk negosiasi tidak ada lagi kata-kata damai yang bisa meredakan ketegangan Yang tersisa hanyalah bilah-bilah pedang yang bergetar haus darah dan dengkingan aura permusuhan yan