Cuplikan Chapter ini
Udara di sekitar pelataran Telaga Biru terasa dingin menusuk tulang jauh berbeda dengan kehangatan musim yang seharusnya menyelimuti lembah tersebut Permukaan air telaga yang membentang luas tampak tenang bagaikan cermin raksasa memantulkan langit malam yang mulai diselimuti awan kelam Namun ketenangan itu hanyalah ilusi semata Di balik permukaan air yang jernih aliran energi besar bergolak ganas siap meledak kapan sajaArka melangkah maju dengan hati-hati telapak kakinya menyentuh u