Cuplikan Chapter ini
Malam di Lembah Asoka tidak pernah benar-benar sunyi Di luar dinding biara yang mulai rapuh angin gurun membawa debu dan sisa-sisa bau mesiu dari medan pertempuran yang semakin mendekat Perang saudara yang telah merobek tanah air mereka selama hampir satu dekade kini telah mencapai ambang pintu pertahanan terakhir Para penguasa di ibu kota bertempur demi takhta yang kosong sementara rakyat dan para pengikut kuil menjadi korban yang terabaikan di tengah pusaran ambisi politik yang butaDi