Cuplikan Chapter ini
Langit Puncak Biru di fajar hari menyibak tirai kelamnya dengan semburat jingga kemerahan yang memantul megah di atas hamparan awan putih Di tengah pelataran utama Perguruan Teratai Biru angin pagi bertiup kencang menerbangkan ujung jubah para pendekar yang berdiri dalam ketegangan tingkat tinggi Suasana begitu hening seolah alam sendiri menahan napas menyaksikan detik-detik penentuan nasib dunia persilatan Di hadapan ribuan pasang mata Arka berdiri tegak dengan tatapan mata setajam el