Cuplikan Chapter ini
Langit pagi di halaman utama Perguruan Teratai Biru tampak kelabu berat oleh mendung yang menggantung rendah seolah ikut meratapi luka lama yang belum sepenuhnya kering Ratusan murid berjubel memenuhi pelataran batu pualam mengenakan jubah putih kebesaran dengan lambang bunga teratai biru yang terjahit rapi di dada kiri mereka Suasana begitu senyap nyaris tanpa suara bisikan kecuali desau angin gunung yang mendinginkan udara dan gesekan jubah yang bergesekan pelan Di atas mimbar utama