Cuplikan Chapter ini
Cahaya fajar menyelinap masuk melalui sela-sela jendela kamar Warnanya bukan lagi hitam melainkan biru pucat yang dingin dan jernih Kabut hutan masih membungkus rumah itu membuat siluet pepohonan di luar tampak seperti raksasa yang sedang berjaga dalam diam Cahaya itu jatuh tepat di atas meja kayu menyinari butiran debu yang menari di udara dan memantul pada permukaan kaca jendelaArya terbangun bukan karena suara melainkan karena naluri Matanya terbuka seketika jernih dan tanpa sisa