Cuplikan Chapter ini
Keheningan di dapur itu masih terasa berat seberat palu baja yang kini tertutup bayangan Vanny Arya menelan ludah mencoba mengusir rasa malu yang seakan menempel di langit-langit mulutnya Ia harus pergi dari sana atau setidaknya melakukan sesuatu agar tidak merasa bagai tawanan di bawah tatapan mata VannyVanny panggilnya Suaranya sedikit serak memecah hening yang pekatLelaki itu berhenti sejenak Ia menarik napas panjang memastikan suaranya tidak akan bergetar Vanny tidak menyahut