Cuplikan Chapter ini
Arya menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kayu hijau itu Untuk pertama kalinya ia benar-benar memperhatikan detail rumah ini tanpa rasa curiga atau keinginan untuk mencari jalan keluar Dinding-dinding hijaunya tidak lagi tampak menakutkan tapi melindungi Suara tetesan air dari atap di luar sana terdengar seperti ritme yang menenangkan bukan lagi ancaman badaiTangannya bergerak pelan meraba saku tempat kompas perak itu berada Ia tidak mengeluarkannya hanya ingin merasakan berat