Cuplikan Chapter ini
Arya memutuskan berhenti sejenak Ia mengatur napasnya yang mulai memburu Telapak tangannya meraba batang pohon ek di sisinya merasakan tekstur kasar yang nyataSuara napasnya yang terlalu keras membuat detak jantung lelaki itu terdengar bagai ketukan pintu Kepalanya terus menerus berbisik mencoba mempertanyakan setiap keganjilan yang dia temukanKeadaan menjadi semakin tidak masuk akal saat ia menyadari pola pohon di sekelilingnya Ia merasa baru saja melewati pohon ek dengan cabang pat