Cuplikan Chapter ini
Vanny menyesap tehnya perlahan membiarkan keheningan menggantung sejenak Arya terlihat sabar menunggu jawaban Vanny namun jauh di dalam hatinya ia merasa gusarKenapa masih bertanya Apa tempat ini tak terlihat seperti rumah bagimu yaArya mengerutkan kening Ia terbiasa dinilai dikritik atau diberi perintah Tapi di depan wanita ini ia merasa tidak lebih penting dari burung yang hinggap pada dahan pohon yang ada diluar sana Rasa jengah mulai merayapi lelaki itu yang terbiasa dengan hid