Cuplikan Chapter ini
Arya berdiri kaku di persimpangan menatap tajam ke jalur setapak di sebelah kirinya Jalannya tampak lebih lebar berbatu dan terasa seperti jalanan yang pernah ia lalui sebelumnya Pikirannya berteriak bahwa itulah jalan pulang sementara kompas di tangannya justru terus menarik jemarinya ke arah kananAku tidak peduli pada kompas rusak ini atau mitos bulan desisnya pada kesunyian hutan Aku tahu arah utara ada di sanaPersetan dengan orbit persetan dengan kemiringan satu derajat Ia adal