Cuplikan Chapter ini
Arya berdiri di depan pintu untuk beberapa saat Jemari kasarnya lalu menarik gagang tuas hingga terbuka perlahan Lelaki itu tak langsung masuk Matanya menyapu ke sekeliling dinding kamar yang berwarna hijau lalu mengangguk pelanRanjang tempatnya tidur yang menyerupai batang pohon Tekstur kayunya terasa hangat di bawah telapak tangannya Tidak ada yang berubah dari terakhir kali lelaki itu menginjakkan kaki pergi dari rumah hijau beberapa waktu yang lalu Tak berselang lama ia menghela