Cuplikan Chapter ini
Arya masih berdiri mematung di dapur tangannya masih terasa dingin setelah menyentuh palu baja itu Pikirannya riuh beradu antara logika ksatria yang ia pegang seumur hidup dengan kejadian-kejadian tak masuk akal yang telah dia saksikan sendiriVanny sedang menuangkan teh ke dalam cangkir porselen Sementara Bruno yang tadi bergelung tenang di sudut meja makan mendadak bangkit Bulu di tengkuk serigala hitam itu berdiri tegak Ia tidak mengerang tapi mengeluarkan suara hembusan napas yang