Cuplikan Chapter ini
Keesokan harinya ketika sang mentari telah menampakkan sinarnya yang pucat menyelinap di antara celah dahan-dahan raksasa yang menyelimuti hutan Arya telah bersiap Aroma tanah basah setelah embun malam bertemu dengan cahaya pagi menciptakan kabut tipis yang menyelimuti halaman rumah hijau itu Lelaki itu berdiri dengan baju zirah yang telah bersih namun entah mengapa logam itu terasa berkali-kali lipat lebih berat di bahunya daripada biasanya Ia sudah mantap untuk bergegas pergi menin