Cuplikan Chapter ini
Uap panas dari tungku perapian menyambut Arya mencoba mengusir sisa hawa lembap yang sejak tadi mendekam di balik baju zirahnya Lelaki tua itu memberikan isyarat pelan pada Arya dengan dagunya untuk duduk di atas balok kayu yang permukaannya sudah halus oleh usia Dengan gerakan yang lambat namun pasti ia kemudian meraih sebuah cangkir logam yang nampak kusam mengisinya dengan air pegunungan dari sebuah gentong tanah liat Suara air yang tertuang terdengar seperti instrumen jernih di teng