Cuplikan Chapter ini
Pagi hari di pusat kota datang dengan sapuan cahaya keemasan yang menembus celah-celah gedung pencakar langit berbalut kaca Udara terasa segar setelah malam sebelumnya diguyur hujan ringan menyisakan jejak embun di dedaunan dan kilau bersih pada aspal jalanan Di sebuah apartemen mewah lantai dua puluh Samaira berdiri di depan cermin besar berbingkai kayu jati mengenakan setelan jas wanita berwarna putih tulang yang dipadu dengan kemeja sutra lembut Penampilannya tampak sangat anggun me