Cuplikan Chapter ini
Malam di Kota Senja tidak pernah benar-benar sunyi Di sudut lantai tiga gedung arsip pusat kota suara derit kipas angin tua berputar malas di langit-langit memecah keheningan yang menyesakkan Bau debu tua kertas kusam dan tinta cetak lawas menguap di udara bercampur dengan aroma kopi hitam dingin yang sudah dibiarkan di atas meja kayu berpelitur kelam sejak tiga jam laluBara duduk membungkuk di hadapan sebuah lemari besi berkarat Jemarinya yang kokoh membolak-balik lembaran demi lemb