Cuplikan Chapter ini
Malam itu ibu kota tampak seperti hamparan permata yang tumpah di atas kain beludru hitam Lampu-lampu gedung pencakar langit berkedip seirama dengan detak jantung kota yang tak pernah tidur Di dalam sedan mewah yang meluncur mulus membelah kemacetan Bara Danendra merasa seperti benda asing yang salah tempat Ia mengenakan setelan jas tuxedo hitam yang dipinjamkan oleh asisten Samairajas yang terasa terlalu kaku terlalu mahal dan sama sekali tidak mencerminkan dirinya yang terbiasa deng