Cuplikan Chapter ini
Hujan mengguyur bengkel Kopi Roda Dua dengan intensitas yang seakan ingin menghapus jejak apa pun di permukaan tanah Di sudut ruangan yang remang-remang Bara Danendra berdiri menatap lurus ke arah pintu masuk yang tertutup rapat Tangannya menggenggam sebuah amplop putih bersihsurat pengunduran diri yang telah ia tulis dengan tangan bukan diketik agar terasa lebih personal meski isinya adalah perpisahanBang lo yakin mau pergi sekarang suara Jono memecah keheningan bengkel Asisten ben