Cuplikan Chapter ini
Matahari perlahan tenggelam di balik deretan ruko tua kawasan kota lama menyisakan bias jingga kemerahan yang memantul pada aspal basah sisa gerimis sore Lampu-lampu jalan beruap kuning mulai menyala satu per satu menciptakan atmosfer temaram yang hangat di antara bangunan-bangunan kolonial berarsitektur peninggalan masa lalu Di sudut jalan yang agak lengang sebuah warung tenda sederhana berkanopi terpal biru berdiri tenang Aroma harum kuah kaldu rempah berpadu dengan kepulan asap arang