Cuplikan Chapter ini
Malam di Kota Senja selalu menghadirkan ritmenya sendiri Di sebuah kedai kopi bergaya industrial di sudut jalan utama lampu-lampu gantung berpijar hangat memantulkan bias cahaya pada dinding bata ekspos Suara alunan musik jazz instrumen pelan berpadu dengan deru mesin espresso dan gemerisik obrolan para pengunjung menciptakan latar yang menenangkan bagi siapa saja yang ingin melepas penat setelah seharian bergelut dengan kebisingan kotaBara duduk di sudut ruangan di dekat jendela kaca b