Cuplikan Chapter ini
Hujan gerimis membilas kaca jendela ruang kerja Samaira di lantai delapan belas Di balik meja jati berukir yang bersih dan rapi ia menatap ke luar gedung memperhatikan garis-garis air yang meluncur deras di atas permukaan kaca Sudah dua minggu sejak sosok Bara menghilang begitu saja dari SPBU tempatnya biasa bekerja Tidak ada sapaan hangat tidak ada deru mesin pompa yang familiar dan tidak ada lagi cangkir teh manis dingin yang biasa mereka nikmati bersama di bawah pohon mangga tepi ja