Cuplikan Chapter ini
Malam di Kota Bara kembali menggelayut tanpa bintang Hujan rintik-rintik yang turun sejak sore menyisakan udara dingin yang merasuk hingga ke balik jaket kulit tebal yang dikenakan Bara Pemuda itu berdiri termangu di depan pintu bengkelnya yang setengah terbuka menatap lurus ke arah jalanan aspal basah yang memantulkan cahaya lampu neon merah dari kedai seberang Di tangan kanannya sebuah kunci inggris berukuran sedang berputar-putar pelan digerakkan oleh jari-jarinya yang kasar dan dipe