Cuplikan Chapter ini
Pagi itu tidak datang dengan suara Ia datang seperti perasaan yang perlahan menyentuh hati bukan seperti sesuatu yang memaksa mata untuk terbuka Lastri terbangun dengan tenang Tidak ada kejutan Tidak ada beban yang langsung menempel di pikirannya Hanya satu hal yang terasa jelas ia tidak sedang pergi ke mana pun dan itu tidak masalah --- Ia duduk di tempat tidurnya cukup lama Menatap jendela yang cahaya paginya masuk perlahan Biasanya ia akan segera bangkit memikirkan